<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title></title>
	<atom:link href="http://www.lasembiz.com/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.lasembiz.com</link>
	<description>Inspirasi Bisnis untuk Pemula</description>
	<lastBuildDate>Thu, 15 Nov 2012 06:49:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<item>
		<title>Usaha Tanpa Modal &#8211; Menjual Produk dengan Sistem Dropship</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/bisnis-online/usaha-tanpa-modal-menjual-produk-dengan-sistem-dropship.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=usaha-tanpa-modal-menjual-produk-dengan-sistem-dropship</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/bisnis-online/usaha-tanpa-modal-menjual-produk-dengan-sistem-dropship.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Nov 2012 04:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[daftar dropshipper]]></category>
		<category><![CDATA[keuntungan dropship]]></category>
		<category><![CDATA[Reseller]]></category>
		<category><![CDATA[Sistem Dropship]]></category>
		<category><![CDATA[TOP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=25038</guid>
		<description><![CDATA[Calon usahawan yang akan memulai usaha selalu terbentur oleh alasan klasik ketika akan memulai usaha, &#8216;tidak punya modal&#8217;. Padahal tidak selalu suatu usaha membutuhkan modal. Simak kembali beberapa artikel sebelumnya mengenai usaha tanpa modal di sini jika Anda belum pernah membacanya. Kembali ke usaha tanpa modal. Dalam artikel berikut ini akan dibahas salah satu sistem [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.lasembiz.com/bisnis-online/usaha-tanpa-modal-menjual-produk-dengan-sistem-dropship.html/attachment/cape-verdean-woman-typing-on-laptop-2" rel="attachment wp-att-25048"><img class="alignleft size-medium wp-image-25048" title="Cape Verdean woman typing on laptop" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/Corbis-42-37440489-300x221.jpg" alt="" width="300" height="221" /></a>Calon usahawan yang akan memulai usaha selalu terbentur oleh alasan klasik ketika akan memulai usaha, &#8216;tidak punya modal&#8217;. Padahal tidak selalu suatu usaha membutuhkan modal. Simak kembali beberapa artikel sebelumnya mengenai usaha tanpa modal di sini jika Anda belum pernah membacanya.</p>
<p>Kembali ke usaha tanpa modal. Dalam artikel berikut ini akan dibahas salah satu sistem penjualan online yang jadi trend sekarang yaitu sistem Dropship atau Dropshipping. Yup, sistem dropship adalah suatu sistem dimana supplier/dropshipper bekerjasama dengan reseller dan reseller ini tidak harus memiliki stok untuk berjualan. Reseller hanya menjualkan produk saja berupa katalog yang berisi spesifikasi produk yang akan dijual seperti foto, deskripsi produk dan harga.</p>
<p>Penjualan tersebut bisa melalui blog, facebook, forum, BB group dan lain-lain. Saat ada pelanggan atau pembeli yang membeli produk tersebut, reseller hanya perlu membeli kembali produk tersebut ke dropshipper dan dropshipper langsung mengirim produk ke si pembeli atas nama reseller.</p>
<p>Jadi, pada saat pelanggan tertarik untuk membeli produk, pelanggan mentransfer uang ke rekening reseller. Biasanya harga yang ditetapkan reseller sudah mengambil margin keuntungan ditambah dengan ongkos kirim ke pelanggan.</p>
<p>Reseller membayar harga barang sesuai dengan harga reseller dan memberikan data-data pelanggan berupa nama, alamat, no telpon kepada dropshipper. Barang yang dipesan akan dikirim oleh dropshipper ke pelanggan dengan nama pengirim yang tercantum atas nama si Reseller.</p>
<p>Intinya ada 3 komponen yang terlibat dalam sistem dropship, yaitu: Reseller, Dropshipper/supplier, dan pembeli. Lihat skema di bawah ini:</p>
<div id="attachment_25050" class="wp-caption aligncenter" style="width: 521px"><a href="http://www.lasembiz.com/bisnis-online/usaha-tanpa-modal-menjual-produk-dengan-sistem-dropship.html/attachment/drop-ship-2" rel="attachment wp-att-25050"><img class="size-full wp-image-25050" title="sistem dropship" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/drop-ship1.jpg" alt="" width="511" height="419" /></a><p class="wp-caption-text">sistem dropship</p></div>
<p>Beberapa dropship mensyaratkan biaya keanggotaan untuk mendapatkan hak sebagai reseller dropship.</p>
<p>Adapun keuntungan sistem dropship adalah:</p>
<ul>
<li>Tidak perlu modal sama sekali</li>
<li>Tidak repot harus memiliki persedian barang (stok), packaging dan pengiriman, karena semuanya disediakan oleh supplier</li>
<li>Bebas dilakukan di mana saja dan kapan saja selama ada koneksi internet</li>
<li>Tidak perlu pendidikan tinggi,  minimal Anda bisa ber-SMS, menggunakan internet, dan tahu perhitungan dasar penjumlahan</li>
<li>Sangat mudah dijalankan oleh siapa pun.</li>
<li>Tidak terikat waktu. Anda dapat menjalankan bisnis ini dengan santai, mau sambil tiduran, sambil jaga anak, sambil sekolah/kuliah/kerja kantoran, atau mengerjakan tugas lainnya.</li>
</ul>
<p>Adapun yang menjadi tantangan berbisnis dengan sistem dropship adalah:<br />
- Harus pintar mencari supplier yang amanah dalam menjalankan sistem dropship, karena banyak yang tersembunyi dan banyak juga yang tidak terpercaya.</p>
<p>Terkadang permasalahan muncul ketika barang yang dikirimkan ke pelanggan cacat, tidak sesuai dengan katalog dan supplier tidak mau bertanggungjawab. Karena pengirim atas nama Anda sebagai dropshipper, maka otomatis Anda yang harus bertanggung jawab terhadap barang yang dibeli pelanggan.</p>
<p>- Harus sering-sering melakukan update stok, karena kadang produk yang kita jual ternyata di supplier dropship stoknya sudah tidak ada</p>
<p><strong>Tips bagi reseller</strong> dikutip dari pengusahamuslim :</p>
<p>1. Pilihlah produk yang memang kita minati. Kita memang perlu cepat mengambil peluang, namun tidak semua peluang perlu kita ambil. Akan lebih menyenangkan jika kita memasarkan barang yang memang kita minati dan kita ketahui manfaatnya.</p>
<p>2. Pastikan reputasi supplier. Prinsip kejujuran tetap harus menjadi landasan utama sebagai pengusaha. Jangan sampai, ternyata kita bekerja sama dengan supplier yang tidak jujur atau memberikan produk yang tidak layak.</p>
<p>3. Pahami sebaik-baiknya produk yang akan dipasarkan. Hal ini penting untuk mengantisipasi jika ada masalah pada pembeli terkait produk yang kita beli. Tidak jarang, calon pembeli menanyakan hal-hal detail dari produk sebelum membeli, sehingga kita dapat menjelaskan dengan baik jika kita paham akan produk kita.</p>
<p>4. Akan lebih baik lagi jika kita pun memiliki sampel produk yang kita pasarkan. Dengan begitu, kita bisa memperkirakan permasalahan yang mungkin timbul. Selain itu, sampel produk bisa kita manfaatkan untuk promosi offline.</p>
<p>Lalu siapakah supplier yang menyediakan sistem dropship?<br />
Ada banyak supplier yang bisa menyediakan sistem dropship, di antaranya adalah :</p>
<p><strong>Pemain Lokal</strong></p>
<p><a href="http://www.ToserbaVirtual.com" target="_blank">http://www.ToserbaVirtual.com</a><br />
<a href="http://www.muslimah.asia/products/" target="_blank">http://www.muslimah.asia/products/</a><br />
<a href="http://www.beautydaylily.com" target="_blank">http://www.beautydaylily.com</a><br />
<a href="http://www.bukusaku.net" target="_blank">http://www.bukusaku.net</a></p>
<p><strong>Pemain Internasional</strong></p>
<p><a href="http://www.Focalprice.com " target="_blank">Focalprice.com</a> ( Barang elektronik, Jam tangan, dll) menerima paypal<br />
<a href="http://www.DealExtreme.com" target="_blank">DealExtreme.com</a> ( Hampir sama dengan FocalPrice) menerima paypal<br />
<a href="http://www.Artsnow.com" target="_blank">Artsnow.com</a> ( Kaos Print DTG ) reseller baru tidak bisa paypal<br />
<a href="http://www.zazzle.com" target="_blank">zazzle.com</a> ( Sama Seperti Artsnow ) menerima paypal<br />
<a href="http://www.otaku.com" target="_blank">otaku.com</a><br />
<a href="http://www.chinavasion.com" target="_blank">chinavasion.com</a> ( Baju China )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/bisnis-online/usaha-tanpa-modal-menjual-produk-dengan-sistem-dropship.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Peluang Usaha Pedagang Kulakan</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/peluang/peluang-usaha-pedagang-kulakan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=peluang-usaha-pedagang-kulakan</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/peluang/peluang-usaha-pedagang-kulakan.html#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Nov 2012 15:34:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis UKM]]></category>
		<category><![CDATA[Peluang]]></category>
		<category><![CDATA[analisa bisnis pedagang kulakan]]></category>
		<category><![CDATA[pedagang kulakan]]></category>
		<category><![CDATA[TOP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=25021</guid>
		<description><![CDATA[Jika Anda tidak memiliki produk sendiri yang bisa dijual, Anda bisa menjualkan produk orang lain. Lihatlah di beberapa tempat di sekitar rumah Anda setiap hari libur. Di Jakarta dan Depok misalnya ada beberapa tempat favorit pedagang kulakan yang menjual dagangannya.Dulu pernah ramai pedagang musiman setiap sabtu dan Minggu di kampus belakang UI, sekarang sudah pindah [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.lasembiz.com/peluang/peluang-usaha-pedagang-kulakan.html/attachment/pedagang" rel="attachment wp-att-25024"><img class="alignleft size-medium wp-image-25024" title="pedagang" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/pedagang-300x201.jpg" alt="" width="300" height="201" /></a>Jika Anda tidak memiliki produk sendiri yang bisa dijual, Anda bisa menjualkan produk orang lain. Lihatlah di beberapa tempat di sekitar rumah Anda setiap hari libur. Di Jakarta dan Depok misalnya ada beberapa tempat favorit pedagang kulakan yang menjual dagangannya.Dulu pernah ramai pedagang musiman setiap sabtu dan Minggu di kampus belakang UI, sekarang sudah pindah ke jalan Juanda, Depok. Mereka rata-rata adalah pedagang yang baru mulai belajar jualan. Walaupun ada juga yang sudah berpengalaman dalam berjualan.</p>
<p>Banyaknya orang yang berolah raga dan lalu lalang sambil cuci mata di hari libur merupakan peluang besar buat pedagang kulakan. Mereka biasanya jualan kaos, celana training, celana jins, ATK, kaos kaki, jilbab, sepatu, aksesoris motor dan mobil, topi, jam tangan dan lain-lain. Bahkan ada juga yang jualan HP, modem, dan aksesoris komputer.</p>
<p>Pedagang kulakan resikonya lebih kecil dibanding menjadi produsen yang harus memproduksi barang sendiri. Dari sisi permodalan juga tidak besar karena bisa disesuaikan dengan barang yang akan dibeli. Modal uang yang besar akan mendapatkan barang-barang yang banyak dalam jumlah besar. Biasanya akan mendapat diskon besar. Namun jika modal Anda kecil, Anda hanya bisa membeli batas minimal pembelian di toko grosir.</p>
<p>Kelemahan pedagang kulakan adalah memiliki margin laba yang kecil, hanya mengambil keuntungan selisih antara harga beli dan harga jual. Oleh karena itu seorang pedagang kulakan harus bisa membeli produk dengan harga ditekan, dengan kualitas terjamin.</p>
<p><strong>Bagaimana Memulai Bisnis</strong></p>
<p>Berikut ini ada beberapa tahapan yang dilalui untuk memulai usaha pedagang kulakan:</p>
<p>1. Business Plan<br />
Buat perencanaan usaha seperti informasi pasar, pesaing, target market dan informasi tentang barang apa yang paling dibutuhkan oleh masyarakat</p>
<p>2. Tentukan jenis produk yang akan dijual</p>
<p>3. Mulailah mencari informasi tempat pembelian barang yang dibutuhkan, carilah tempat grosir yang harganya lebih murah dari harga pasaran. Anda harus melakukan survei ke beberapa pasar grosir yang ada atau mencari informasi melalui media internet.<br />
Pasar grosir di Jakarta yang cukup terkenal antara lain adalah Esemka, Pusat Grosir Metro Tanah Abang (PGMTA),PGC ( Pusat Grosir Cililitan), Pusat Grosir Pasar Pagi Mangga Dua.</p>
<p>4. Buatlah daftar produk yang akan dibeli dan laku dijual. Untuk mengetahui barang itu laku atau tidak anda bias melakukan survey ke pasar-pasar atau mall-mall, lihat dam perhatikan respon para pembeli.</p>
<p>5. Kemas barang dagangan secantik dan semenarik mungkin</p>
<p>6. Tentukan strategi pasar. Menetap disuatu tempat atau strategi jemput, sesuaikan dengan jenis barang dagangan, kualitas, harga dan daerah pemasaran.</p>
<p><strong>Hambatan Bisnis</strong></p>
<p>Hambatan utama adalah adalah persaingan yang cukup ketat. Seperti Anda tahu, tipe usaha ini merupakan usaha yang mudah dilakukan oleh banyak orang, sehingga menimbulkan tingkat persaingan tinggi. Terlalu dekatnya lokasi tempat pedagang grosir dengan wilayah pemasaran juga menjadi hambatan karena pembeli cenderung membeli langsung. Apa lagi kadang-kadang toko grosir memperbolehkan membeli secara eceran walau harga lebih mahal.</p>
<p>Hambatan lainnya adalah jika penjualan produk tersebut dilakukan di tempat-tempat ramai pada saat hari libur dan pameran :<br />
1. Pengunjung yang datang kurang dari target. Hal ini bisa jadi promosi yang dilakukan panitia untuk mengundang masa kuran gencar.</p>
<p>2. Faktor cuaca. Jangan sekali-kali anda melakukannya pada saat musim penghujan, karena biasanya orang enggan keluar rumah, termasuk untuk menghadiri pameran.</p>
<p>3. Faktor ekonomi. Pameran yang dilakukan pada saat akhir bulan banyak mengurangi daya beli masyarakat, karena ibarat kata bisanya pada saat akhir bula bulan di kenal dengan bulan-bulan tua alias lagi bokek, keadaan kantong tipis, jadi para pembeli tidak jadi membeli dan hanya melihat-lihat saja cenderung menundanya untuk pameran berikutnya</p>
<p>4. Karyawan menunggu bazar kurang aktif. Kalau para karyawan hanya sekedar duduk tanpa mau menawarkan barang dagangan secara aktif kepada pelanggan bisa mengurangi penjualan.</p>
<p><strong>Strategi Bisnis</strong></p>
<p>Sebagai seorang pedagang kulakan yang menjual barang orang lain, resiko yang harus dihadapi adalah barang dagangan tersebut mudah ditemui di tempat lain dan tidak ada keunikan tersendiri. Lalu bagaimana caranya agar bisa bersaing dengan produk dagangan orang lain, berikut ada beberapa cara:<br />
1. Membeli barang dagangan di grosir atau di pusat-pusat barang yang terkenal dengan harga miring, tetapi tetap terjaga kualitasnya.<br />
2. Buatlah kemasan secantik dan semenarik mungkin, beri label atau merk sendiri.<br />
3. Buatlah penataan barang yang rapi dan indah dipandang, ibarat jika dipandang bisa memanjakan indra penglihatan para pembeli hingga mereka tertarik untuk melihat.<br />
4. Menjual dengan system direct selling atau sales.<br />
5. Menggelar produk di berbagai pameran.<br />
6. Mengikat pelanggan dengan menjadi member,<br />
7. Melakukan promosi secara intensive melalui internet, pamlet, leaflet, atau dari mulut ke mulut.<br />
8. Lengkapi barang dagangan<br />
Dalam sistem ekonomi ada istilah market mix dimana penjual tidak hanya menjual satu macam produk, melainkan beberapa produk. Sehingga pembeli mendapatkan banyak pilihan.</p>
<p>9. Cari informasi sebanyak-banyaknya dengan jalan-jalan di pusat grosir atau bisa juga melalui internet untuk menambahkan produk jualan<br />
<strong>Analisa Bisnis Pedagang Kulakan</strong></p>
<p>Untuk bisnis kulakan ini sebagai contoh sederhana analisis bisnis jualan baju anak-anak.</p>
<p><strong>Modal Awal:</strong><br />
Terpal 6 meter X Rp 40.000,00 Rp 240.000,00<br />
Alas lapak Rp 150.000,00<br />
Tas Rp 100.000,00<br />
Jumlah Rp 490.000,00</p>
<p>Peralatan mengalami penyusutan selama empat tahun dan memiliki nilai residu sebesar Rp 1.000,00 dengan menggunakan metode penyusutan garis lurus. Biaya penyusutan pertahun = (Rp 490.000,00 – Rp 1.000,00 ) : 4 = 122.250,00 pertahun atau sama dengan Rp 10.187,00 perbulan.</p>
<p><strong>Perlengkapan:</strong><br />
Kantong plastic Rp 50.000,00<br />
Spanduk/label Rp 50.000,00<br />
Jumlah Rp 100.000,00</p>
<p><strong>Barang dagangan:</strong><br />
100 potong baju anak @ Rp 20.000,00 Rp 2.000.000,00</p>
<p>Perhitungan Laba/Rugi per Bukan:<br />
Pendapatan (100 potong @ Rp 40.000,00) Rp 4000.000,00<br />
Barang dagangan Rp 2000.000,00<br />
Biaya perlengkapan Rp 100.000,00<br />
Biaya retribusi (30 hari @ Rp 2000,00) Rp 60.000,00<br />
Biaya penyusutann peralatan Rp 10.187,00<br />
Biaya lain-lain Rp 20.000,00<br />
Jumlah biaya Rp 2.220.187,00</p>
<p><strong>Laba Bersih Rp 1.779.813,00</strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/peluang/peluang-usaha-pedagang-kulakan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Utju Suiatna &#8211; Petani Andal Beras Organik</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/inspirasi/utju-suiatna-petani-andal-beras-organik.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=utju-suiatna-petani-andal-beras-organik</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/inspirasi/utju-suiatna-petani-andal-beras-organik.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2012 13:49:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[beras organik]]></category>
		<category><![CDATA[Utju Suiatna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=25009</guid>
		<description><![CDATA[Utju Suitna adalah Pendiri Ganesha Organik, Perusahaan produksi padi organik. Lelaki berusia 42 tahun ini merupakan lulusan Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia sukses menjadi pengusaha pertanian organik dari nol. Selepas kuliah, Utju menjadi inspektur di Pusat Perawatan Pesawat Terbang PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) selama lima tahun serta membuka usaha perbengkelan dan aktif [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.lasembiz.com/inspirasi/utju-suiatna-petani-andal-beras-organik.html/attachment/utju-kontan" rel="attachment wp-att-25013"><img class="size-full wp-image-25013 alignleft" title="utju - kontan" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/utju-kontan.jpg" alt="" width="298" height="225" /></a>Utju Suitna adalah Pendiri Ganesha Organik, Perusahaan produksi padi organik. Lelaki berusia 42 tahun ini merupakan lulusan Teknik Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia sukses menjadi pengusaha pertanian organik dari nol. Selepas kuliah, Utju menjadi inspektur di Pusat Perawatan Pesawat Terbang PT Garuda Indonesia Tbk (Persero) selama lima tahun serta membuka usaha perbengkelan dan aktif di Ikatan Alumni ITB.</p>
<p>Medio Oktober 2007, Utju melihat kawannya, Amar Rasyad, aktif membudidayakan padi organik dengan mendirikan Ganesha Organik (GO). Dengan wadah organisasi GO SRI, Utju kini terlibat dalam program pemberdayaan petani di Indonesia. Tertarik dengan padi organik, Ketua Pemberdayaan UKM Alumni ITB Jawa Barat itu memutuskan keluar dari perusahaan dan fokus pada beras organik. Saat itu, prospek bisnis beras organik di Jawa Barat sedang naik daun. Utju menjelma menjadi petani andal.</p>
<p>Utju mengajarkan bagaimana petani bisa hidup mandiri dan sejahtera. Dia merasa perlu terjun dalam pemberdayaan petani, sebab dia melihat kenyataan menyedihkan yang dialami petani Indonesia.</p>
<p>&#8220;Banyak petani dengan lahan sempit semakin menderita karena harus meminjam dana dari tengkulak untuk membeli pupuk dan benih,&#8221; katanya. Oleh karena itu, pada saat panen mereka harus menjual hasil pertaniannya pada tengkulak dengan harga murah, lalu uangnya digunakan untuk membeli beras lagi.</p>
<p>Dia bertanya-tanya kenapa petani Indonesia tidak bisa hidup makmur seperti para petani di Australia. Padahal, &#8220;Indonesia memiliki tanah yang lebih subur,&#8221; katanya.<br />
<a href="http://www.lasembiz.com/inspirasi/utju-suiatna-petani-andal-beras-organik.html/attachment/padi-sri" rel="attachment wp-att-25012"><img class="alignleft size-medium wp-image-25012" title="padi sri" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/padi-sri-300x173.png" alt="" width="300" height="173" /></a><br />
Dengan pengetahuannya, pada tahun 2008 Utju melakukan pelatihan di lahan padi organik miliknya yang terletak di kecamatan Cijambe, Subang. Di tempat tersebut, para petani bisa datang untuk belajar. Namun, cara itu dianggapnya kurang efektif sebab petani di daerah tidak bisa belajar seperti yang bisa didapatkan oleh petani yang ada di Subang.<br />
Utju berinisiatif melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan seperti PT Rekayasa Industri, PLN 3 B Divre Jawa Barat, PT Pupuk Iskandar Muda dan lain-lain melalui program corporate social Rresponsibility (CSR).</p>
<p>Dengan bekerjasama tersebut, dia mampu melatih petani di Lhoksumawe, NAD, Lampung Utara, dan beberapa kota di Jawa Barat seperti Pandeglang, Cianjur juga Garut. Utju tidak mengambil keuntungan dari pelatihan yang dilakukannya, namun keuntungan didapat dari hasil menjual beras petani.</p>
<p>Dia membeli beras organik yang dihasilkan dari pelatihannya dengan harga Rp 8.000 per kilogram (kg). Harga yang diberikannya tentu lebih tinggi dibanding harga pasar yang ada.</p>
<p>Utju kemudian mengemas beras yang dia beli dari petani itu dengan merek Ciung Wanara. Dia pun menjualnya melalui saluran alumni ITB dengan harga Rp 10.000 per kg. Sedangkan jika dia menjual langsung, harganya bisa Rp 14.000 per kg.</p>
<p>Utju juga mengajarkan cara membuat pupuk kompos dari kambing dan sapi peliharaan sendiri. Para petani juga mendapat pelatihan bertanam jamur, agar mereka tidak tergantung pada panen padi saja.</p>
<p>Selain jamur, dia juga mengajarkan teknik pemeliharaan ikan di sawah seperti ikan nila, termasuk pemeliharaan kambing. &#8220;Jamur bisa menjadi tambahan harian sedangkan nila untuk penghasilan bulanan,&#8221; katanya.</p>
<p>Integrasi antara pertanian,perikanan dan peternakan diharapkan akan menambah penghasilan petani, sehingga diharapkan kesejahteraan akan meningkat. Pelatihan juga menyasar pemuda desa untuk bisa memasarkan hasil panen, sehingga tengkulak tidak dapat bermain.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/inspirasi/utju-suiatna-petani-andal-beras-organik.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Memulai Usaha Modal Pas-pasan</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/tips-bisnis-usaha-kecil-dan-menengah/memulai-usaha-modal-pas-pasan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=memulai-usaha-modal-pas-pasan</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/tips-bisnis-usaha-kecil-dan-menengah/memulai-usaha-modal-pas-pasan.html#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 10 Nov 2012 07:37:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Memulai Usaha]]></category>
		<category><![CDATA[memulai usaha modal kecil]]></category>
		<category><![CDATA[memulai usaha modal pas-pasan]]></category>
		<category><![CDATA[TOP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=25002</guid>
		<description><![CDATA[Keinginan kuat untuk memulai usaha biasanya luntur ketika harus berurusan dengan modal. Anda jadi gamang dan bimbang untuk memulainya karena tak punya modal, kalaupun ada hanya pas-pasan. Tak cukup hanya untuk sekedar membeli peralatan usaha. Eit..tunggu dulu, jangan pernah patah semangat.Rezeki sudah diatur sama Allah, Anda tinggal menjemputnya. Semua kembali kepada diri Anda sendiri. Mau [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_25004" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.lasembiz.com/tips-bisnis-usaha-kecil-dan-menengah/memulai-usaha-modal-pas-pasan.html/attachment/business-owner-of-yarn-shop-at-counter" rel="attachment wp-att-25004"><img class="size-medium wp-image-25004" title="Memulai usaha modal pas-pasan" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/Corbis-42-33446736-300x199.jpg" alt="" width="300" height="199" /></a><p class="wp-caption-text">corbis.com</p></div>
<p>Keinginan kuat untuk memulai usaha biasanya luntur ketika harus berurusan dengan modal. Anda jadi gamang dan bimbang untuk memulainya karena tak punya modal, kalaupun ada hanya pas-pasan. Tak cukup hanya untuk sekedar membeli peralatan usaha.</p>
<p>Eit..tunggu dulu, jangan pernah patah semangat.Rezeki sudah diatur sama Allah, Anda tinggal menjemputnya. Semua kembali kepada diri Anda sendiri. Mau hidup dengan kondisi sekarang atau mau maju dengan segala tantangannya. Walaupun dengan modal kecil, Anda bisa memulainya. Nikmatnya memiliki usaha adalah ketika usaha berkembang dari kecil kemudian menjadi besar. Ibarat bayi yang baru lahir belajar menangis, merangkak kemudian berdiri, bahkan berlari. Semua memerlukan proses.</p>
<p>Ada beberapa tips untuk mengatasi kebimbangan dan kegaulauan Anda ketika berhubungan dengan modal yang pas-pasan.</p>
<p>1. Ubah cara berpikir Anda yang memiliki anggapan bahwa suatu usaha hanya bisa dimulai jika mempunyai sejumlah uang sebagai modal usaha. Seorang calon pengusaha sejati tidak pernah mengurungkan niat membuka usaha hanya karena tidak memiliki modal.Sebaliknya, usahawan sejati akan memanfaatkan segala potensinya untuk bisa menghimpun modal yang diperlukan. Bisa dengan memanfaatkan network relasi yang dia punya dan reputasi baik yang dimiliki untuk bisa mendapatkan pinjaman lunak dari teman dan relasi.</p>
<p>2. Hilangkan anggapan bahwa memulai usaha itu langsung besar dan mapan. Banyak usahawan sukses merintis usahanya dari bawah lengkap dengan segala suka dukanya. Simak beberapa kisah usahawan yang sukses di <a href="http://www.lasembiz.com/category/inspirasi">inspirasi bisnis</a>.</p>
<p>3. Minimalkan modal Anda dengan menekan pos-pos pengeluaran yang besar dan masih bisa dinegoisasikan. Contoh, Anda bisa patungan bagi hasil dengan teman yang memiliki lokasi usaha bagus untuk sewa tempat usaha.</p>
<p>4. Kreatif mencari sumber pendanaan lain yang bisa dimanfaatkan jika memang kebutuhan modal hasil hitungan Anda sudah tidak bisa ditekan lagi. Sumber permodalan bisa dari keluarga misalnya dari orang tua, saudara atau sahabat. Atau kalau memang terpaksa pinjam dari bank.</p>
<p>5. Terpenting dari semua itu adalah action. Lakukan saat ini juga, jangan ditunda-tunda ketika ide usaha Anda sudah matang dalam pikiran Anda meskipun hanya dengan modal kecil.</p>
<p>Lalu jenis usaha apa yang cocok untuk Anda yang memulai usaha dengan modal kecil ?</p>
<ul>
<li>Memasarkan produk atau jasa orang lain. Tips untuk menjalankan usaha ini, carilah produk atau jasa yang banyak dibutuhkan orang dan memiliki prospek pasar yang cukup luas.</li>
<li>Untuk Anda yang ingin berbisnis online model ini adalah dengan menjadi afiliasi dari amazon.com atau menjualkan produk orang lain melalui dropship.</li>
<li>Bisnis makanan dan minuman, seperti kue, roti, jus,sop buah, bakso,siomay, soto,mie ayam dan lain sebagainya</li>
<li>Bisnis kerajinan, seperti souvenir untuk pesta pernikahan, pernik-pernik kebutuhan rumah tangga, dan lain-lain</li>
<li>Bisnis jasa, contohnya potong rambut, usaha jahit, konsultan, pengurusan surat-surat. Untuk model bisnis online jasa bisa diliat <a href="http://www.lasembiz.com/bisnis-online/model-bisnis-online-bagaimana-caranya-mendapatkan-uang-dari-internet.html">di sini</a>.</li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/tips-bisnis-usaha-kecil-dan-menengah/memulai-usaha-modal-pas-pasan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blackberry Edisi Pink Pikat Pecinta Fashion</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/news/blackberry-edisi-pink-pikat-pecinta-fashion.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=blackberry-edisi-pink-pikat-pecinta-fashion</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/news/blackberry-edisi-pink-pikat-pecinta-fashion.html#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 09 Nov 2012 10:35:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[BlackBerry Bold 9790]]></category>
		<category><![CDATA[TOP]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=24988</guid>
		<description><![CDATA[RIM mengumumkan kehadiran smartphone BlackBerry Bold 9790 dalam warna pink pada acara tahunan bergengsi, Jakarta Fashion Week 2012. BlackBerry Bold 9790 edisi pink yang baru ini akan menjadi daya tarik bagi pencinta fashion di Indonesia. BlackBerry Bold 9790 edisi pink ini dijual dengan harga Rp 4.399.000 dari mitra resmi: PT. Teletama Artha Mandiri, PT. Comtech [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24989" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.lasembiz.com/news/blackberry-edisi-pink-pikat-pecinta-fashion.html/attachment/9790bold_bb7_pink_eng_gen_frontedit" rel="attachment wp-att-24989"><img class="size-medium wp-image-24989" title="9790Bold_bb7_Pink" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/9790Bold_bb7_Pink_ENG_Gen_Frontedit-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a><p class="wp-caption-text">BlackBerry Bold 9790 edisi pink</p></div>
<p>RIM mengumumkan kehadiran smartphone BlackBerry Bold 9790 dalam warna pink pada acara tahunan bergengsi, Jakarta Fashion Week 2012. BlackBerry Bold 9790 edisi pink yang baru ini akan menjadi daya tarik bagi pencinta fashion di Indonesia. BlackBerry Bold 9790 edisi pink ini dijual dengan harga Rp 4.399.000 dari mitra resmi: PT. Teletama Artha Mandiri, PT. Comtech Cellular, dan PT. Selular Media Infotama dan dilengkapi dengan garansi 24 bulan.</p>
<p>Smartphone BlackBerry Bold 9790 ini menggabungkan desain ikonik BlackBerry dengan bentuk yang praktis, dan ringan serta terlihat indah di dalam genggaman atau saku. Smartphone ini menjalankan sistem operasi BlackBerry 7.1 yang menawarkan fitur seperti Mobile Hotspot, Wi-Fi ®, sistem pesan dan konektivitas sosial yang tiada bandingannya serta dengan akses web browsing yang lebih cepat. BlackBerry Bold 9790 ini menawarkan sentuhan yang responsif, render yang halus dan animasi tanpa halangan – dan semua ini bisa didapatkan pada layar sentuh yang menakjubkan yang dimiliki smartphone ini. Dengan padanan papan ketik QWERTY BlackBerry, pelanggan memiliki fleksibilitas dan kekuasaan untuk menjalani hari tanpa keraguan.</p>
<p>Blackberry Bold 9790 adalah ponsel pintar yang dilengkapi dengan fitur lengkap dan terbuat dari bahan material premium. Ponsel ini memadukan resolusi tinggi dan respon layar sentuh yang tinggi dengan keyboard yang praktis dan kemantapan optikal sentuh, namun tanpa memperlihatkan sisi rumit sebuah teknologi. Ponsel ini dibuat sedemikian rupa untuk kemudahan dan kenyamanan sehingga mudah untuk selalu dibawa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><a href="http://www.lasembiz.com/news/blackberry-edisi-pink-pikat-pecinta-fashion.html/attachment/9790bold_bb7_pink_eng_gen_topangleedit" rel="attachment wp-att-24993"><img class="size-medium wp-image-24993 alignright" title="9790Bold_bb7_Pink_ENG_Gen_TopAngle(edit)" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/9790Bold_bb7_Pink_ENG_Gen_TopAngleedit-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a></p>
<p>Panjang 110 mm/4.33 inci<br />
Lebar 60 mm/2.36 inci<br />
Tebal 11.4 mm/0.45 inci<br />
Berat 107 gr/3.77 oz</p>
<p>Layar warna TFT resolusi tinggi<br />
480&#215;360 piksel, 246 dpi<br />
Mendukung 16 juta warna (24-bit)<br />
2,45” (diukur secara diagonal)<br />
Prosesor: Marvel Tavor MG1 1 GHz</p>
<p>Kamera 5 MP<br />
Fokus otomatis kontinu<br />
Perekaman video VGA (640&#215;480)<br />
Zoom digital 2x<br />
Lampu kilat<br />
Deteksi wajah dan stabilisasi gambar<br />
Mode pemandangan<br />
Penandaan geografis</p>
<p>Memori: RAM 768 MB, eMMC 8 GB<br />
Memori tambahan: hingga 32 GB<br />
dengan kartu microSD</p>
<p>Layar sentuh kapasitif<a href="http://www.lasembiz.com/news/blackberry-edisi-pink-pikat-pecinta-fashion.html/attachment/9790bold_bb7_pink_eng_gen_adangleedit" rel="attachment wp-att-24995"><img class="alignright size-medium wp-image-24995" title="9790Bold_bb7_Pink_ENG_Gen_AdAngle(edit)" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/9790Bold_bb7_Pink_ENG_Gen_AdAngleedit-300x240.jpg" alt="" width="300" height="240" /></a><br />
Bidang sentuh optik<br />
Tombol ESC di sisi kanan bidang sentuh<br />
Tombol Menu di sisi kiri bidang sentuh<br />
Keyboard QWERTY 35 tombol dengan lampu latar<br />
Tombol khusus: Kirim, Putus (Daya),<br />
Diam, Kunci, Kamera (dapat diatur<br />
pengguna), Volume/Zoom 2X</p>
<p>Baterai lithium-ion<br />
JM-1 yang dapat dilepas/diisi ulang<br />
Waktu bicara: hingga 5.2 jam (GSM®),<br />
hingga 5.3 jam (UMTS®)<br />
Waktu siaga: hingga 18 hari (GSM), hingga 17 hari (UMTS)<br />
Waktu pemutaran musik: hingga 33 jam<br />
Waktu pemutaran video: hingga 6.3 jam</p>
<p>Mendukung headset stereo 3,5 mm<br />
Mendukung headset Bluetooth®<br />
Speakerphone handsfree terintegrasi</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/news/blackberry-edisi-pink-pikat-pecinta-fashion.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Visi Besar, Usaha Meningkat Pesat</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/motivasi/visi-besar-usaha-meningkat-pesat.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=visi-besar-usaha-meningkat-pesat</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/motivasi/visi-besar-usaha-meningkat-pesat.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2012 22:48:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[TOP]]></category>
		<category><![CDATA[visi usaha]]></category>
		<category><![CDATA[visi usaha kecil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=24962</guid>
		<description><![CDATA[Suatu saat tiba-tiba usaha Anda melejit dengan cepat. Usaha Anda diliput media dimana-mana, baik di media cetak, radio,tv dan online. Nama merk usaha Anda menjadi perbincangan banyak orang. Bahkan menjadi trending topic di twitter dan dibagikan ke berbagai milist dan facebook. Setiap kali orang mengetikkan kata kunci merk dagang dan nama Anda di mesin pencari [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24967" class="wp-caption alignleft" style="width: 368px"><a href="http://www.lasembiz.com/motivasi/visi-besar-usaha-meningkat-pesat.html/attachment/close-up-of-girls-eye" rel="attachment wp-att-24967"><img class=" wp-image-24967  " title="Close-up of girl's eye" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/vision-corbis.jpg" alt="" width="358" height="238" /></a><p class="wp-caption-text">vision &#8211; corbis.com</p></div>
<p>Suatu saat tiba-tiba usaha Anda melejit dengan cepat. Usaha Anda diliput media dimana-mana, baik di media cetak, radio,tv dan online. Nama merk usaha Anda menjadi perbincangan banyak orang. Bahkan menjadi trending topic di twitter dan dibagikan ke berbagai milist dan facebook. Setiap kali orang mengetikkan kata kunci merk dagang dan nama Anda di mesin pencari Google, terpampang kisah sukses Anda di seluruh halaman satu Google. Para blogger dan pecinta media sosial ramai-ramai dengan senang hati mentweet dan menceritakan produk dan kisah keberhasilan Anda. Tiba-tiba saja semuanya menjadi berubah secara cepat. Anda menjadi jutawan bahkan miliader dalam sekejap.</p>
<p>Gubrak! Wow..apa yang terjadi? tiba-tiba Anda terbangun dari tidur dan mendapati usaha Anda ternyata masih sepi dan tidak dikenal orang.</p>
<p>Memimpikan keberhasilan usaha adalah suatu keharusan. Bagaimana mungkin Anda akan menjalankan usaha tanpa ada suatu keinginan dan keyakinan untuk sukses? Seberapa kuatkah keinginan Anda untuk berhasil dalam menjalankan usaha tersebut?</p>
<p>Yuk, mari lihat kembali beberapa pengalaman anak-anak muda yang sukses dalam menjalankan usaha. Kebanyakan keberhasilan usaha mereka diawali dengan visi besar dan kerja keras.</p>
<p><strong>Agus Pramono Raja Ayam Bakar Mas Mono</strong></p>
<div id="attachment_24964" class="wp-caption alignleft" style="width: 298px"><a href="http://www.lasembiz.com/motivasi/visi-besar-usaha-meningkat-pesat.html/attachment/agus-pramono" rel="attachment wp-att-24964"><img class=" wp-image-24964 " title="agus pramono" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/agus-pramono.gif" alt="" width="288" height="227" /></a><p class="wp-caption-text">agus pramono / majalah DUIT</p></div>
<p>Pria kelahiran Madiun, Jawa Timur, 28 Agustus 1974, ini merantau di rumah kakaknya di Jakarta. Dia bekerja sebagai sales, kemudian pesuruh kantor. Dia bekerja sungguh-sungguh, hingga sering dipercaya pimpinannya. Tak puas jadi pegawai, Mas Mono memulai bisnis tahun 2000. Bisnis pertama gorengan. Ibunya yang datang dari Madiun sempat tertegun melihat anaknya berjualan sampai langsung balik ke Madiun. Bisnisnya berubah berjualan ayam bakar dengan modal gerobak dan mangkal di pinggir Jalan Tebet Raya, Jakarta Selatan.</p>
<p>Keuntungan awal Rp 15-20 ribu per hari. Ketika tren bisnis sistem franchise (waralaba) meledak pada 2010, Mas Mono ikut melebarkan bisnisnya dengan mendirikan PT Panen Raya. Kini, jumlah usahanya mencapai 18 cabang dengan kantor pusat tetap di Tebet Raya. Jumlah karyawan sekitar 500 orang. Sepuluh tahun terakhir, dia masih mengirim katering di TV swasta hanya ‘kontrak’ kepercayaan.<br />
<strong></strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Teguh Tan, Pendiri dan pemilik Restoran Mie Tokyo</strong></p>
<p>Nekad. Itu kata yang pas untuk Teguh. Saat mengawali usaha kulinernya pada 2005, dia tidak mendapat restu dari keluarga, khususnya kedua orang tuanya. Teguh harus menanggalkan status pegawai swasta walau hanya membuka kedai mi kecil di Cijantung, Jakarta Timur.</p>
<p>Meski makanan mi sudah umum, dia mengaku bosan dan mencoba rasa baru. Dia pergi ke Bandung untuk memakan mi. Dia juga bertemu sang mentor, Rio Novia Indra. Modal bisnisnya hanya Rp 3 juta dan diberi nama Mie Tokyo. Bisnisnya turun-naik. Ketika di titik keterpurukan, Teguh selalu ingat Allah SWT.</p>
<p>Kini, pria yang berusia 30 tahun tersebut sedang menuai kesuksesan dari usahanya di masa lalu. Mie Ayam Tokyo yang dulu dirintis dengan modal Rp 3 juta, sekarang ada tiga cabang, yakni di Kampung Melayu, Cijantung, dan Depok. Menu di Mie Ayam Tokyo, seperti Mie Ayam Ebi Furai, Mie Ayam Chicken Roll, dan Mie Ayam Chicken Katsu.</p>
<p><strong>Andriansyah,Pendiri Kojo Anima dan Serial ‘Kumbang Cilik’</strong></p>
<p>Tak memiliki latar belakang sebagai animator bukan berarti tidak bisa eksis di industri animasi. Dengan modal keyakinan dan jiwa wirausaha yang dimilikinya, Andriansyah sukses membangun rumah produksi sendiri dan menciptakan tokoh animasi Si Kumbang Cilik atau lebih dikenal dengan sebutan Kuci. Lalu, apa yang membuat seorang Andriansyah, si tukang mebel ini, banting setir ke dunia animasi dan menciptakan serial si Kumbang Cilik atau Kuci yang lucu? Sekembalinya dari Amerika Serikat tahun 1998, Andriansyah langsung menggeluti usaha mebel.</p>
<p>Bidang usaha ini sengaja dipilihnya karena ia sendiri merupakan jebolan Jurusan Manajemen Konstruksi Fakultas Arsitektur dari California State University, AS. Bisnis mebel ini bisa dikatakan digelutinya dengan sa ngat serius. Ini dibuktikan dengan ekspansi yang dilakukannya hingga ke Amerika Serikat dengan membuka sebuah toko mebel di Negeri Paman Sam itu.</p>
<p><strong>Hendri, CEO Yayasan PalComTech</strong></p>
<div id="attachment_24979" class="wp-caption alignleft" style="width: 190px"><a href="http://www.lasembiz.com/motivasi/visi-besar-usaha-meningkat-pesat.html/attachment/hendri" rel="attachment wp-att-24979"><img class="size-full wp-image-24979" title="hendri" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/hendri.jpg" alt="" width="180" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">hendri from FB</p></div>
<p>CEO Yayasan PalComTech- Muda, energik, dan penuh kreativitas. Itulah gambaran Hendri dalam mewujudkan mimpinya menjadi pengusaha bidang teknologi informasi (TI) di Palembang, Sumatra Selatan. Meski tak lulus kuliah, hal itu tak menyurutkan langkah Hendri mengembangkan bisnis IT hingga ikut membesarkan Sekolah Tinggi Ilmu Manajemen Ilmu Komputer (STMIK) PalComTech.</p>
<p>Jadi, benar kata pepatah menyebut bahwa sukses diawali dengan mimpi. Pada 1998, dia membuka sewa VCD bernama DJ Disc di sebuah rumah toko (ruko) milik orang tuanya di Jalan Jenderal Sudirman (seberang RS Moehammad Hoesin, rumah sakit terbesar di Sumatra Selatan). Ukuran ruko 16&#215;5 meter dengan modal usaha hanya Rp 10 juta.</p>
<p>Setahun kemudian, Hendri mencoba buka warung internet dengan nama DJ Net. Ilmu internet didapat secara otodidak. Modal warnet hanya delapan unit komputer Pentium II. Karena tanpa survei, warnet sepi pengunjung.</p>
<p>Namun, dengan mimpi besarnya dia tidak patah semangat dan akhirnya mengubah usaha warnetnya dengan memberikan pelatihan internet kepada masyarakat umum. Usaha pelatihan tersebut telah menjadi embrio pendirian LPK PalComTech pada tahun 2003.</p>
<p>Kini usaha yang telah ia rintis telah menjadi salah satu top brand dan satu-satunya Lembaga Pendidikan berbasiskan elearning di Palembang. Terobosan pemikirannya jauh kedepan, jika ada orang yang bisa memikirkan plan A dan B dalam suatu proyek, ia mampu memikirkan lima langkah ke depan apa saja yang akan dihadapi dan perlu diselesaikan.</p>
<p><strong>Visi Besar</strong></p>
<p>Sukses dimulai dari dalam pikiran. Sebagai pemilik bisnis, Anda harus benar-benar yakin bahwa produk atau jasa Anda akan menjadi sukses besar dan mampu mengalahkan pesaing. Untuk itu Anda harus memiliki visi yang sangat jelas, besar dan kuat. Selain itu Anda harus tetap fokus pada apa yang ingin Anda capai. Bayangkan masa depan Anda dengan jelas. Yakinkan diri Anda akan berhasil meraih keberhasilan tersebut. &#8220;Saya akan berhasil&#8221; harus menjadi keyakinan Anda &#8211; termasuk juga karyawan Anda. Anda juga harus mampu mengkomunikasikan visi ini kepada siapa pun. Lebih penting lagi, visi Anda harus didasarkan pada landasan yang kokoh. Memahami tanpa keraguan, bahwa Anda akan berhasil.</p>
<p><strong>Sangat Antusias</strong></p>
<p>Jika Anda tidak memiliki keyakinan yang kuat tentang visi, bagaimana Anda bisa mengharapkan orang lain mengikuti Anda? Kobarkan semangat sehari-hari, jaga antusiasme Anda terus membara. Ingat, energi positif itu menular. Mengekspresikan kegembiraan secara berkelanjutan bisa mewujudkan sebuah impian menjadi kenyataan. Sebuah keajaiban memang. Visi kuat yang dimiliki oleh pemilik usaha kemudian ditularkan kepada seluruh karyawan akan berimbas kepada kemajuan bersama dan sanggup menghadapi tantangan berat.</p>
<p><strong>Berbagi visi</strong></p>
<p>Semua karyawan yang terlibat dalam perusahaan baik dari pucuk pimpinan sampai tingkat paling bawah harus sepenuhnya memahami visi perusahaan. Untuk membangun sebuah perusahaan yang sukses, Anda harus dikelilingi dengan orang-orang berbakat. Orang-orang ini bukan hanya harus berbagi visi dalam hal bisnis, tetapi juga visi hidup dan perannya dalam masyarakat.</p>
<p>Buatlah suatu program yang dapat membantu karyawan Anda menyerap visi yang Anda buat. Buatlah poster dan tempel di papan pengumuman tiap divisi perusahaan. Kalau perlu buatlah dalam bentuk screen saver yang harus ada di setiap PC dan laptop karyawan. Jangan hanya berhenti di situ &#8211; kalau perlu pelanggan dan vendor juga perlu tahu tentang visi Anda tersebut.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/motivasi/visi-besar-usaha-meningkat-pesat.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Diah Yusuf Sukses dengan Parfum Racikan</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/inspirasi/diah-yusuf-sukses-dengan-parfum-racikan.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=diah-yusuf-sukses-dengan-parfum-racikan</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/inspirasi/diah-yusuf-sukses-dengan-parfum-racikan.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2012 10:32:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Diah Yusuf]]></category>
		<category><![CDATA[qimosperfume]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=24951</guid>
		<description><![CDATA[Delapan tahun bekerja di perusahaan swasta, Diah Yusuf mencukupkan kariernya sampai di level business development manager. Dia menganggap, kerja kantoran hanyalah salah satu tahap pembelajaran. “Selama itu, saya memperkaya ilmu untuk menjadi bekal sebagai wirausahawan,” tuturnya. Diah menganggap, wirausaha sebagai panggilan jiwanya. Sejak SMA, ia sudah bermimpi untuk membuka usaha sendiri. Dia ingin bisa memperoleh [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24953" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.lasembiz.com/inspirasi/diah-yusuf-sukses-dengan-parfum-racikan.html/attachment/qimos" rel="attachment wp-att-24953"><img class="size-full wp-image-24953" title="qimosperfume.com" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/qimos.jpg" alt="qimosperfume.com" width="500" height="295" /></a><p class="wp-caption-text">qimosperfume.com</p></div>
<p>Delapan tahun bekerja di perusahaan swasta, Diah Yusuf mencukupkan kariernya sampai di level business development manager. Dia menganggap, kerja kantoran hanyalah salah satu tahap pembelajaran. “Selama itu, saya memperkaya ilmu untuk menjadi bekal sebagai wirausahawan,” tuturnya.</p>
<p>Diah menganggap, wirausaha sebagai panggilan jiwanya. Sejak SMA, ia sudah bermimpi untuk membuka usaha sendiri. Dia ingin bisa memperoleh penghasilan secara mandiri, bukan menanti gaji dari pemberi kerja. Tahun 2003, perempuan ber usia 37 tahun ini membulatkan tekad untuk memulai bisnis perdananya.</p>
<p>Sebagai perempuan yang gemar tampil feminin, Diah tertarik membuka sebuah butik busana Muslimah. Melihat banyak Muslimah di sekitarnya yang kesulitan mencari busana kantor, ia menawarkan solusi fashion tersebut. “Setahun sebelumnya saya survei kebutuhan Muslimah.”</p>
<p>Diah piawai mendesain. Kemampuan itu ia dapat secara otodidak. Ketika bisnisnya mulai berjalan, tenaga penjahit sulit sekali dicari. Setelah delapan kali berganti penjahit, ia terpaksa menutup butik yang baru dibuka setahun tersebut.</p>
<p>Mata bisnis Diah lalu tertuju pada usaha salon kecantikan khusus Muslimah. Terletak di lokasi strategis di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, salonnya ramai oleh pelanggan. Apalagi, tahun 2004 belum banyak pengusaha yang membuat salon khusus Muslimah.</p>
<p>Saat nama salonnya makin dikenal luas, Diah kembali dihadapkan pada masalah tenaga kerja. Ia kesulitan mempertahankan kualitas pelayanan salonnya. “Sumber daya manusianya yang menjadi kendala utama,” kata alumnus jurusan Bisnis Administrasi STIAMI ini.</p>
<p><strong>Aroma Semerbak</strong><br />
Empat tahun memanjakan Muslimah, salon milik Diah tak mampu bertahan. Usahanya pun terpaksa ditutup. Kenyataan itu tidak men yurutkan semangat istri dari Lywa Fauzie ini untuk berwirausaha.</p>
<p>Diah lalu memulai bisnis parfum. Semula, parfum racikannya dibagikan sebagai cenderamata untuk pelanggan salonnya. Wangi parfum yang di kemasan, seperti pulpen, itu memikat salah seorang pelanggan salon Diah. “Dia menawarkan untuk memproduksi parfum secara massal,” kenangnya.</p>
<p>Kepercayaan diri Diah di bidang wirausaha makin besar setelahnya. Dengan modal sendiri, ia membuka workshop parfum di rumahnya. Parfum berlabel Qimos ini mendapat sambutan hangat oleh para pecinta wewangian. “Qimos berarti quality is the most,” jelas perempuan berdarah Sumatra ini.</p>
<p>Tak hanya menyasar konsumen perempuan, pasar pria pun dirambah oleh Diah. Dua bulan belajar meracik parfum dari sebuah toko bahan-bahan kimia, ia mahir meng kreasikan wewangian. Selanjutnya, dia memperdalam ilmu nya secara mandiri. “Sangat mudah mempelajarinya karena bahannya selalu tersedia di toko.”</p>
<p>Diah menganggap, meracik parfum ibarat membuat kue. Resep dasarnya sudah ada, namun kreativitas pembuatnyalah yang membuat suatu produk berbeda. “Perlu kreatif agar bisa bersaing,” ujarnya.</p>
<p>Wangi parfum Qimos telah menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Untuk meluaskan pasarnya, Diah pun turut melakukan pameran di Bangkok, Thailand. Sebelumnya, ia juga pernah mengirimkan parfumnya sejumlah 100 botol per bulan ke Singapura dan Malaysia.</p>
<p>Seraya mengembangkan bisnis parfumnya, tahun 2012 ini Diah membentuk komunitas Hijab Ayu. Komunitas ini beranggotakan sekitar 1.200 Muslimah berusia produktif. “Sebagai penggagas Hijab Ayu, saya berencana mengadakan workshop wirausaha agar Muslimah bisa menjadi pengusaha.”</p>
<p><strong>Keseimbangan Hidup</strong><br />
Menjadi seorang istri, ibu dari tiga orang anak, dan pebisnis menuntut Diah harus menjalankan ketiga perannya dengan seimbang. Ia berprinsip, bisnis harus mengikuti keluarga, bukan sebaliknya. “Jangan sampai bisnis yang dikerjakan mengganggu perempuan dalam memenuhi kodratnya,” komentar Diah.</p>
<p>Diah memandang bahwa setiap perempuan patut menjadi pedagang. Ketika mencari peluang untuk memulai usaha, cobalah yang bisa dikerjakan dari rumah. “Berkaca saja pada diri sendiri, pikirkan kira-kira apa yang pantas dan mampu kita kerjakan,” kata Diah memberi panduan.</p>
<p>Usaha pertama tidak harus besar, namun hendaknya bermanfaat bagi orang banyak. Usaha kecil-kecilan akan lebih berarti dan bermanfaat jika dibina dengan serius. “Ibu dapat menularkan semangat wirausaha kepada anaknya,” tutur Diah.</p>
<p>Terhadap anandanya, Diah juga menumbuhkan semangat wirausaha. Mofa yang duduk dibangku kelas enam SD berjualan stiker dan keripik di sekolahnya. Diah berharap kelak putrinya dapat menjadi peng usaha mandiri ketika dewasa.</p>
<p>Ilmu kewirausahaan juga Diah sebar ke banyak perempuan lain. Dia sering menjadi pembicara bisnis rumahan. “Saya ingin menjadi ibu dari para perempuan pengusaha.” ( sumber : Republika )</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/inspirasi/diah-yusuf-sukses-dengan-parfum-racikan.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nadya Saib Sukses Berkat Sabun Berbahan Alami</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/inspirasi/nadya-saib-sukses-berkat-sabun-berbahan-alami.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=nadya-saib-sukses-berkat-sabun-berbahan-alami</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/inspirasi/nadya-saib-sukses-berkat-sabun-berbahan-alami.html#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Nov 2012 00:55:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[Nadya Saib]]></category>
		<category><![CDATA[sabun kecantikan]]></category>
		<category><![CDATA[wangsa jelita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=24938</guid>
		<description><![CDATA[Ada ratusan jenis produk sabun mandi di pasaran. Apakah muncul dari produsen usaha kecil dan menengah (UKM), hingga produsen consumer goods kelas dunia, hal itu tak menutup peluang Nadya Saib memproduksi sabun natural agar diminati konsumen Indonesia. Bersama dua rekannya, Fitria Muftizal dan Amirah Alkaff, Nadya meracik bisnis sabun kecantikan yang dicampur dengan minyak zaitun [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.lasembiz.com/inspirasi/nadya-saib-sukses-berkat-sabun-berbahan-alami.html/attachment/wangsajelita-2" rel="attachment wp-att-24940"><img class="aligncenter size-full wp-image-24940" title="wangsa jelita" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/wangsajelita.jpg" alt="" width="571" height="291" /></a><br />
Ada ratusan jenis produk sabun mandi di pasaran. Apakah muncul dari produsen usaha kecil dan menengah (UKM), hingga produsen consumer goods kelas dunia, hal itu tak menutup peluang Nadya Saib memproduksi sabun natural agar diminati konsumen Indonesia.</p>
<p>Bersama dua rekannya, Fitria Muftizal dan Amirah Alkaff, Nadya meracik bisnis sabun kecantikan yang dicampur dengan minyak zaitun murni. Produk lain adalah sabun teh hijau. Kini, produknya selalu laris. Tak puas hanya berbisnis, ketiga mahasiswi Sekolah Farmasi Institut Teknologi Bandung ini membina komunitas petani mawar di Lembang, Bandung, Jawa Barat.</p>
<p>Hebatnya, di balik nama usaha Wangsa Jelita, ketiga perempuan cantik ini juga ingin mengedukasi perempuan Indonesia bahwa cantik itu harus natural. Saat memenangi Community Entrepreneur Challenge yang diadakan British Council akhir 2010, dana dari hadiah tersebut digunakan untuk membina petani bunga mawar. Mereka merintis perdagangan yang adil bagi petani mawar.</p>
<p>Nadya mengawali bisnisnya dengan memilih sabun karena menurutnya sabun adalah produk yang paling banyak digunakan oleh orang, sehari bisa digunakan lebih dari satu kali. Nadya berpikir bahwa bisnisnya harus hidup dari produk ini. Karena bisnis sabun sudah sangat banyak, maka Nadya membuat produk sabun yang berbeda dengan yang ada di pasaran yaitu dengan membuat sabun natural dan tidak menggunakan bahan-bahan yang tidak bermanfaat untuk kulit.</p>
<p>Wangsa Jelita lahir dari hasil penelitian yang mereka kembangkan pada saat kuliah di jurusan farmasi ITB. Menurutnya hasil penelitian yang diciptakan oleh teman-temannya di jurusan farmasi ITB satu angkatan dalam satu tahun bisa mencapai ratusan tapi akhirnya tidak dikembangkan setelah mereka lulus kuliah. Padahal hasil penelitian tersebut berpotensi untuk menghasilkan suatu produk dan memiliki nilai ekonomi. Berawal dari situlah Wangsa Jelita lahir dengan keinginan bahwa ilmu yang mereka kembangkan harus bisa diaplikasikan ke dalam bisnis.</p>
<p>Nadya tertarik untuk memilih menjadi entrepreneur karena sesuatu yang disenangi dan dipercaya akan berkembang lebih baik. Cita-cita untuk menjadi pengusaha ternyata juga sudah dimulai semenjak masih di bangku sekolah terutama di bidang kosmetik yang menjadi minatnya.</p>
<div id="attachment_24941" class="wp-caption alignleft" style="width: 360px"><a href="http://www.lasembiz.com/inspirasi/nadya-saib-sukses-berkat-sabun-berbahan-alami.html/attachment/nadya-saib" rel="attachment wp-att-24941"><img class=" wp-image-24941 " title="nadya saib" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/nadya-saib.jpg" alt="nadya saib" width="350" height="233" /></a><p class="wp-caption-text">nadya saib / flickr</p></div>
<p>Strategi marketing yang digunakan oleh Wangsa Jelita adalah memanfaatkan reseller. Meniru pola bisnis MLM tapi hanya memanfaatkan reseller sebagai pihak yang memperkenalkan produk lewat cerita. Menurutnya perlu ada edukasi untuk pasar yang mereka sasar, karena produknya masih baru dan belum dikenal masyarakat pada saat itu. Wangsa jelita juga sudah mulai masuk ke bisnis online untuk mencakup pasar yang lebih luas sehingga produknya bisa dirasakan oleh banyak orang.</p>
<p>Walaupun tidak memiliki latar belakang bisnis Nadya optimis pada saat mendirikan Wangsa Jelita karena menurutnya semua itu bisa dipelajari sambil jalan seperti pengetahuan bisnis, marketing dan finansial.</p>
<p><strong>Modal usaha</strong><br />
Tahun 2009, Nadya mengajukan konsep bisnis ke ITB. Kebetulan, waktu itu ada PMW (Program Mahasiswa Wirausaha). Siapa yang programnya bagus akan diberi modal usaha. Nadya memenangkan program ini, dan mendapatkan dana untuk modal usaha. Sejak itu ia membawa bendera Wangsa Jelita, dan menempati posisi sebagai direktur utama.</p>
<p>Distribusi produk diawali dari orang-orang terdekat, yang kemudian membantu menyebarkan ke banyak orang. Sekarang Wangsa Jelita memiliki sekitar 20 tenaga reseller, dan selain itu bekerja sama dengan beberapa salon di Bandung untuk memasarkan produk.</p>
<p>&#8220;Menurut saya, penjualan lewat cara reseller yang paling efektif. Sabun natural, kan, beda dengan sabun biasa. Makanya tenaga reseller ini akan menjelaskan kepada konsumen. Mulai dari manfaat sampai harganya. Soal harga, sapo memang relatif lebih mahal dari sabun biasa. Harga per batang Rp 15 – 25 ribu,&#8221; ungkap Nadya.</p>
<p>Meskipun masih relatif baru, Nadya optimis bisnisnya akan sukses. Mereka sudah memiliki pelanggan tetap, dan setiap bulan mereka sanggup memproduksi ratusan batang. Untuk menangani produksi, Wangsa Jelita menambah anggota timnya. Mereka juga dibantu teman yang memahami soal manajemen usaha, dan yang mengerti soal desain produk untuk membuat kemasan yang bagus.</p>
<div id="attachment_24944" class="wp-caption alignleft" style="width: 404px"><a href="http://www.lasembiz.com/inspirasi/nadya-saib-sukses-berkat-sabun-berbahan-alami.html/attachment/nadya-saib-market" rel="attachment wp-att-24944"><img class="size-full wp-image-24944" title="nadya saib" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/11/nadya-saib-market+.jpg" alt="nadya saib" width="394" height="341" /></a><p class="wp-caption-text">nadya saib by youtube market+</p></div>
<p>Mereka juga membuat sapo dengan berbagai varian agar konsumen mendapatkan lebih banyak pilihan. Berawal dari sabun kastil yang 100 persen zaitun, mereka kini mengembangkan sabun yang menggunakan ekstrak teh hijau, kunyit, apel, dan belakangan ini mawar. Untuk yang terakhir ini, mereka bekerja sama dengan petani bunga mawar di Lembang, Kabupaten Bandung.</p>
<p>Untuk bunga mawar, Nadya hanya mengambil aromanya. Dari penelitian lanjutan, air mawar ternyata bisa digunakan untuk formula sabun. Nadya kembali mendatangi petani mawar yang jumlahnya sekitar 25-an orang, sambil membawa sabun natural berbahan mawar. &#8220;Saya jelaskan, bunga mawar bisa punya nilai ekonomis tinggi. Caranya dengan menjadikannya bahan sabun. Saya sampaikan, dengan penghasilan yang bagus, mereka bisa menyekolahkan anak-anaknya,&#8221; katanya.</p>
<p>Berkat pendekatan yang tepat, para petani tidak menolak kehadiran tim Nadya. Sebaliknya, mereka menerima dengan tangan terbuka. Pertengahan tahun lalu, Wangsa Jelita melakukan workshop membuat sabun natural dengan salah satu bahan bunga mawar. Lewat beberapa kali ujicoba, para petani sudah sanggup memproduksi sendiri. Wangsa Jelita lalu membantu pemasarannya.</p>
<p>Langkah-langkah Nadya mengembangkan usaha sabun natural ini mendapat ganjaran salah satu penghargaan International Young Creative Entrepreneur (IYCE) 2010 dari British Council. Sebagai hadiahnya, Nadya menerima bantuan modal sebesar Rp 100 juta untuk mengembangkan usaha. Bantuan ini digunakannya untuk pelatihan petani, persiapan pemasaran, juga operasional.</p>
<p>Ke depan, Nadya berniat melakukan diversifikasi usaha, tapi tetap ke produk kecantikan. Ia juga bekerja sama dengan British Council fokus untuk membantu petani bunga. Di luar urusan bisnis, Nadya aktif menjadi pembicara­ dan memberikan kuliah umum pada workshop maupun seminar­ tentang entrepreneurship.</p>
<p>Tips dari Nadya Saib untuk calon pebisnis muda, kuncinya adalah senangi pekerjaan tersebut, kerja keras dan team work yang saling menguatkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/inspirasi/nadya-saib-sukses-berkat-sabun-berbahan-alami.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Johar Alam Rangkuti &#8211; Tukang Internet Chairman IDC Indonesia</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/inspirasi/johar-alam-rangkuti-tukang-internet-chairman-idc-indonesia.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=johar-alam-rangkuti-tukang-internet-chairman-idc-indonesia</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/inspirasi/johar-alam-rangkuti-tukang-internet-chairman-idc-indonesia.html#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 31 Oct 2012 06:38:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[idc indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Johar Alam Rangkuti]]></category>
		<category><![CDATA[openixp]]></category>
		<category><![CDATA[tukang internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=24933</guid>
		<description><![CDATA[Dia menyebut dirinya ‘Tukang Internet’. Koneksi internet di Indonesia bak dalam genggamannya. Lewat serangkaian proses, IDC Indonesia berdiri tahun 2000. Perusahaan ini memerankan diri sebagai data center. Di sinilah berbagai operator dan perusahaan ISP menyambungkan jaringan internetnya. Bisa dikatakan 99,9 persen lalu lintas akses internet di Indonesia melalui data center yang dikelola IDC. Johar sadar [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24935" class="wp-caption aligncenter" style="width: 510px"><a href="http://www.lasembiz.com/inspirasi/johar-alam-rangkuti-tukang-internet-chairman-idc-indonesia.html/attachment/idc" rel="attachment wp-att-24935"><img class="size-full wp-image-24935" title="idc Indonesia" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/10/idc.jpg" alt="idc Indonesia" width="500" height="333" /></a><p class="wp-caption-text">idc Indonesia</p></div>
<p>Dia menyebut dirinya ‘Tukang Internet’. Koneksi internet di Indonesia bak dalam genggamannya. Lewat serangkaian proses, IDC Indonesia berdiri tahun 2000. Perusahaan ini memerankan diri sebagai data center.</p>
<p>Di sinilah berbagai operator dan perusahaan ISP menyambungkan jaringan internetnya. Bisa dikatakan 99,9 persen lalu lintas akses internet di Indonesia melalui data center yang dikelola IDC. Johar sadar betul bahwa fungsi yang dijalankan oleh perusahaannya kini sebenarnya lebih tepat untuk dijalankan oleh pemerintah.</p>
<p>Sebagai pengelola interkoneksi internet, IDC kini menangani ribuan server yang tidak boleh down. Sejak 11 tahun lalu, sejumlah perusahaan nasional menjadi mitra bisnis. Sebut saja Unilever, Facebook, BPPT, Bakrie Telecom, juga banyak korporat besar dan lembaga negara. Minat pada internet tertanam sejak kecil ketika ayahnya membelikan komputer merek Radio Shack TRS-80.</p>
<div id="attachment_24934" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><a href="http://www.lasembiz.com/inspirasi/johar-alam-rangkuti-tukang-internet-chairman-idc-indonesia.html/attachment/johar-alam-rangkuti" rel="attachment wp-att-24934"><img class="size-medium wp-image-24934" title="Johar Alam Rangkuti" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/10/Johar-Alam-Rangkuti-300x300.jpg" alt="Johar Alam Rangkuti" width="300" height="300" /></a><p class="wp-caption-text">Johar Alam Rangkuti from twitter</p></div>
<p>Keahliannya di bidang jaringan internet ternyata diasah sejak kecil. Johar mulai membuat program di usia 9 tahun saat mendapat komputer pertamanya. Kemudian aktif mengajar komputer di Departemen Pariwisata Bali (Bali Tourism Departement) pada usia 13 tahun di tahun 1982. Pada tahun yang sama Johar diterima di Ateneo de Manila untuk mempelajari bahasa pemograman komputer, namun kecintaannya pada musik membuatnya tidak menyelesaikan studinya dan kembali ke bangku SMP di Indonesia untuk melanjutkan hobi nya “ngeband”. Di tahun 1992 lagu karangannya “Dua Hati” berhasil menduduki posisi nomor 2 pada Tangga Bukopin Indonesia Top 10.</p>
<p>Lulus dari Universitas De La Salle Manila di tahun 1991, Johar kembali menekuni bidang komputer dengan mendirikan kantor konsultan dan mendirikan Penyedia Layanan Internet (Internet Service Provider – ISP) bersama rekan-rekannya, dan menjadi pengurus Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) di tahun 1996 dan menjadi motor utama dibalik berdirinya Indonesian Internet Exchange (IIX) tahun 1997, Johar menjadi admin utama di IIX hingga 2005. Ia juga kemudian mendirikan IDC di tahun 2000.</p>
<p>Jabatan lain yang pernah diembannya adalah sebagai admin pada NiCE (National Inter Connection Exchange – OpenIXP) di tahun 2005, Chairperson inisiatif ASEAN yaitu ARIX (ASEAN Regional Internet Exchange) dan Chairman dari IPv6 forum Indonesia. Johar Alam juga giat dalam penyebaran Internet exchange dan komunitas internet dengan diundang sebagai pembicara di berbagai forum international seperti Krone (Bangkok), Force10 (Macau), Asosiasi ISP timur tengah (Sharm-El-Sheik, Mesir), Amerika, Australia, hingga menjadi anggota kehormatan IMPACT (International Multilateral Partnership Against Cyber Threats) Malaysia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/inspirasi/johar-alam-rangkuti-tukang-internet-chairman-idc-indonesia.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hikmat Kurnia &#8211; Juragan Buku Pendiri AgroMedia Pustaka</title>
		<link>http://www.lasembiz.com/inspirasi/hikmat-kurnia-juragan-buku-pendiri-agromedia-pustaka.html?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=hikmat-kurnia-juragan-buku-pendiri-agromedia-pustaka</link>
		<comments>http://www.lasembiz.com/inspirasi/hikmat-kurnia-juragan-buku-pendiri-agromedia-pustaka.html#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Oct 2012 09:42:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator></dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[AgroMedia Pustaka]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmat Kurnia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.lasembiz.com/?p=24923</guid>
		<description><![CDATA[Sebelas tahun lalu sejak 1 April 2001 Agromedia berdiri, Hikmat Kurnia adalah pemain baru bisnis penerbitan buku di Indonesia. Sebagai pemain baru, kemunculannya masih diragukan bisa menggeser posisi puncak penerbit raksasa, seperti Kelompok Kompas Gramedia (KKG), Mizan, Kanisius, Trubus, ataupun perusahaan penerbitan buku lain. Namun, tidak sampai satu tahun sejak berkecimpung dalam bisnis ini, peta [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_24925" class="wp-caption aligncenter" style="width: 532px"><a href="http://www.lasembiz.com/?attachment_id=24925" rel="attachment wp-att-24925"><img class=" wp-image-24925 " title="AgroMedia Pustaka" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/10/AgroMedia-Pustaka.png" alt="AgroMedia Pustaka" width="522" height="289" /></a><p class="wp-caption-text">AgroMedia Pustaka</p></div>
<p>Sebelas tahun lalu sejak 1 April 2001 Agromedia berdiri, Hikmat Kurnia adalah pemain baru bisnis penerbitan buku di Indonesia. Sebagai pemain baru, kemunculannya masih diragukan bisa menggeser posisi puncak penerbit raksasa, seperti Kelompok Kompas Gramedia (KKG), Mizan, Kanisius, Trubus, ataupun perusahaan penerbitan buku lain. Namun, tidak sampai satu tahun sejak berkecimpung dalam bisnis ini, peta buku di Indonesia langsung berubah sejak muncul AgroMedia Pustaka, yang didirikan pengusaha kelahiran Bandung, 3 September 1967 ini.</p>
<p>Belasan ribu buku sudah diterbitkan di kelompok AgroMedia Pustaka yang kini memiliki 17 perusahaan penerbit dan ‘mengayomi’ 400 perusahaan penerbit. Dalam setahun, AgroMedia mendirikan perusahaan Kawan Pustaka (penerbit buku umum), pada 2003 muncul Wahyu Media (penerbit buku anak-anak), pada 2004 terbit Gagas Media (penerbit buku populer), dan tahun berikutnya Qultum Media (penerbit buku Islami).</p>
<p>Hikmat sebanarnya bukan orang yang berlatar pengusaha, sekilas mengetahui latar pendidikannya ia lulusan Strata Satu (S1) lulusan Sejarah di Unpad Bandung, dilanjutkan S2 di UI bidang Pengembangan Sumber Daya Manusia.</p>
<p>Tuntutan yang akhirnya, seakan mendorong dirinya bekerja di penerbitan Puspa Suara. Berbagai jabatan pun pernah ia rasakan seperti editor, general manager, hingga direktur. Perusahaan itu kebetulan adalah anak perusahaan yang baru berdiri, hingga dia memiliki kesempatan ikut membangun dan mengembangkannya. Dia harus membangun konsep kerja perusahaan, visi-misi, mengelola brand, mencari modal, membagun jaringan dengan penulis, toko buku, separasi, toko kertas, maupun percetakan. Secara finansial dia sudah merasakan kenyamanan pada saat itu. Tapi, karena situasi kantor masa itu kurang memadai bagi impian nya dia memilih membuka usaha sendiri.</p>
<div id="attachment_24924" class="wp-caption alignleft" style="width: 206px"><a href="http://www.lasembiz.com/?attachment_id=24924" rel="attachment wp-att-24924"><img class="size-full wp-image-24924" title="hikmat kurnia" src="http://www.lasembiz.com/wp-content/uploads/2012/10/hikmatkurnia-profil.jpg" alt="hikmat kurnia" width="196" height="200" /></a><p class="wp-caption-text">hikmat kurnia</p></div>
<p>Ketika keluar dari pekerjaan, dia tak pernah terpikir akan terjun ke bisnis lain kecuali penerbitan. Karena menurutnya, orang yang mau berhasil dalam bisnis, haruslah menekuni bidang usaha yang dipahaminya. Usaha itu memang mulanya mencoba-coba, tapi setiap risiko haruslah bisa diukur. Mulai dari risiko kegagalan, hingga berapa peluang keberhasilannya. Kalau orang tidak punya persiapan menghitung risiko, menurutnya, sama saja dengan bunuh diri. Nah, masa itu, dia yakin akan berhasil, karena setiap risiko sudah dia perhitungkan. Dia juga memiliki konsep yang jelas tentang bisnis penerbitan dan distribusi yang akan dikerjakan. Yakni, harus berbeda dengan penerbit yang sudah ada,yaitu dengan menerbitkan lebih cepat, lebih banyak judul, dengan mutu dan tampilan lebih bagus.</p>
<p>Agromedia Pustaka dia dirikan pada bulan April tahun 2001 berdua saja dengan seorang office boy (OB). Karena dia hanya menyewa sebuah ruangan kecil untuk kantor. Dari sana dia bergerak sendiri menghubungi para penulis, mencari naskah, mengedit, membawa ke separasi, membawa ke percetakan, kemudian mengantarnya ke toko buku. Sampai bulan Juni 2001, barulah dia mampu berproduksi dan menggaji orang. Itu pun dengan bayaran harga pertemanan, karena dia memang banyak dibantu teman-teman.</p>
<p>Di antara orientasi yang berbeda-beda dari setiap penerbit, secara tidak langsung orang mudah mengenali, penerbit A akan menerbitkan buku-buku jenis A, penerbit B jenis buku B, penerbit C jenis buku C, dan seterusnya. Jadi, dalam bisnis penerbitan, kita tinggal memilih jenis buku apa yang akan kita kembangkan sebagai produk utama. Karena pernah bekerja bertahun-tahun di grup penerbit yang menghasilkan buku-buku pertanian, dia pun mengarahkan penerbitan pertama ke buku-buku pertanian yang bersifat petunjuk praktis. Untuk dunia buku jenis ini, sudah ada kebutuhan judul-judul yang tetap, seperti Perkutut, Koi, Ramuan Tradisional, dan lain-lain.</p>
<p>Setelah berdiri setengah tahun, masa itu dia juga berhasil menggaet seorang rekanan dari grup kantor, Antonius, yang ahli dalam bidang pemasaran, distribusi, dan keuangan. Dia sendiri merasa lebih paham dalam bidang produksi dan mengelola SDM. Maka, kerja sama kami kemudian membuat Agromedia tumbuh lebih dinamis. Dia memang tidak memiliki uang banyak, tapi dia memiliki banyak teman, jaringan, nama baik, dan kawan-kawan yang bisa diutangi. Modal inilah yang dia pakai. Awalnya, pinjam sana pinjam sini, tapi lama-kelamaan tidak enak terlalu lama meminjam. Akhimya, dalam perjalanannya, Agromedia yang kemudian membesar, bukan lagi milik pribadi. Tapi milik bersama dengan teman-teman, yang mempercayakan uangnya.</p>
<p>Modal memang penting, namun ternyata bukan segala-galanya.Berbisnis menurut dia adalah, berusaha membangun hubungan baik dengan teman-teman pemodal. Dan persoalan modal inilah yang menjadi tantangan menyolok pada tahun pertama. Namun akhirnya teratasi dengan menjadikan teman-teman pemberi modal sebagai sesama pemilik. Lalu, persoalan kedua, karena Agro masih penerbit baru, tentu mengalami kesulitan dalam menunggu naskah. Untuk ini, dia mengupayakan jalan keluar dengan mengirimkan para penulis mewawancarai para pakar dan praktisi. Hingga, kemudian memiliki banyak judul buku, seri Anda Bertanya Pakar dan Praktisi Menjawab. Khusus untuk penerbitan seri ini, dia mengirimkan teman-teman penulis untuk mewawancarai para pakar dan praktisi pertanian yang kurang pandai menulis.</p>
<p>Apa yang dia dapatkan dari kantor lama adalah pemahaman, bahwa buku tidak semata-mata instrumen sumber pengetahuan, tapi juga komoditas yang secara ketat berkaitan dengan distribusi, menjaga hubungan dengan pengarang, dan berproduksi. Bahwa industri buku, sungguh memerlukan adanya hubungan yang baik dengan orang lain. Karena modal buku, sebenarnya bukanlah uang atau kapital, melainkan jaringan. Kita harus berteman dengan banyak orang, mulai dari penulis yang menjadi kunci awal penerbitan, berlanjut dengan orang-orang lain dari percetakan, separasi, toko kertas, juga toko buku.</p>
<p>Kenapa dia kukuh untuk menerbitkan buku pertanian adalah karena fakta membuktikan bagaimana buku-buku pertanian sampai saat itu hanya digarap oleh dua penerbit. Yang pertama menggarapnya tidak serius, sedangkan yang kedua ketinggalan dalam penataan tampilan. Kemudian dia terpikir, rasanya tidak akan sulit menjadikan penerbitnya menempati posisi ketiga. Dan karakter penerbit buku-buku pertanian waktu itu juga lambat mengantisipasi isu. Misalnya, isu yang popular di masyarakat adalah Koi, atau Lohan, namun datangnya buku-buku tersebut baru empat bulan kemudian, ketika pasar sudah ramai oleh isu lain. Di dunia pertanian, juga ada istilah tren. Misalnya tren Lohan, tren Lidah Buaya, tren Mahhota Dewa, dan tren lainnya. Nah, kalau buku-bukunya terlambat empat bulan, kan percuma saja.</p>
<p>Dalam mengantisipasi inilah, dia mengambil langkah berbeda dari penerbit konvensional. Dia tidak lagi menunggu, tapi mengejar penulisnya secara cepat. Dia berpikir, bisa masuk dan berhasil dengan syarat, bila memiliki faktor kecepatan; cepat mengantisipasi kondisi. Ketika ada tren Cupang,dia sudah siap. Dia bahkan pernah berhasil masuk ke pasar dengan delapan judul Cupang. Hasilnya cukup bagus. Lalu, untuk buku-buku judul abadi dunia pertanian dan buku-buku baru, dia sengaja menampilkan cover menyolok. Bila buku-buku dunia pertanian selama ini cenderung bercover warna hijau, dia mengeluarkan buku-buku bercover warna putih. Eye catching. Selanjutnya, dia juga mencari jalan keluar dari kendala rendahnya minas baca. Menurutnya, hal ini berkaitan dengan kemampuan daya beli. Maka, kesimpulannya, harga buku harus diturunkan, agar pembeli yang dituju mampu membelinya.</p>
<p>Buku terbitannya memasuki pasar dengan beberapa tawaran inovatif. Kebetulan, tidak mengalami kesulitan memasukkan produknya ke toko buku. Sebab, dia sudah lama menjalin hubungan baik dengan toko-toko buku. Ini pula alasan dia untuk terus bertahan di bidang penerbitan. Sebab, bila dia juga membuka toko buku, tentunya toko buku lain akan keberatan menerima buku-buku terbitannya. Begitu pun, kami tidak akan membuka percetakan, karena akan mengurangi kebebasan kami dalam menerbitkan buku. Misalnya, dia akan menerbitkan 40 judul buku. Bila harus ke percetakan sendiri, terpaksa harus mengantri. Padahal, bila kami mencetakkannya ke beberapa percetakan relasi, kami akan mendapatkan barang jadi dalam waktu bersamaan. Buku-buku kami dapat memasuki pasar secara simultan. Sekaligus, kami tetap fokus dengan bisnis penerbitan dan distribusi.</p>
<p>Berkat kerja kerasnya, Hikmat membuktikan usaha yang dijalani kini merasakan angin segar. Rencana pengembangan sayap bisnis, kian menjadi bukti kalau serius berusaha dan yakin usahanya bakal sukses. “Kita ini tingkat kreatifitasnya kurang. Ketika misalnya ada seorang peternak sapi, seharusnya ia tidak melihat dari sapi saja. Tapi lihat limbah yang dihasilkan sapi, itu kan bisa menjadi kompos,” kata Hikmat seraya memberi tips berusaha.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.lasembiz.com/inspirasi/hikmat-kurnia-juragan-buku-pendiri-agromedia-pustaka.html/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
