Ide bisnis ada di sekitar Anda
Ide bisnis bisa muncul dimana saja. Mungkin bisa ada di garasi rumah, di lantai basement, di dapur, di kamar anak. Atau bisa juga Anda menemukan ide ketika sedang membaca iklan majalah, atau sedang berada di rumah tetangga atau di tempat kerja.
Anda tidak perlu menjadi seorang jenius atau MBA untuk menemukan ide-ide dan mengubahnya menjadi peluang dan keuntungan. Mengidentifikasi peluang bisnis sering semudah mengidentifikasi masalah bagi banyak orang dan menemukan cara untuk menyelesaikannya.
Simak kisah Pak Wahyu Susilo si Raja Sedot Tinja dari Surabaya :
Ketika Wahyu Susilo, pada tahun 1975 menjumpai WC rumahnya mampet,dia memanggil tukang sedot tinja. Tapi berhari-hari menunggu tidak kunjung datang. Ternyata tukang sedot di Surabaya dimana pak Wahyu ini tinggal, hanya ada 2 tukang sedot tinja. Mereka sangat sibuk sekali melayani pelanggannya.Pak Wahyu langsung mendapatkan ide untuk membuat bisnis sedot tinja serupa, karena berpikir peluangnya masih sangat terbuka lebar. Gengsi dan jijik, tidak jadi masalah buat Pak Wahyu yang hanya seorang sopir bemo. Maka saat itulah dia mulai melakukan riset kecil-kecilan dengan mendatangi sopir sedot tinja yang sudah ada di sana.Dari hasil risetnya ternyata biaya untuk memulai usaha ini memerlukan modal yang cukup besar, sekitar 11 Juta Rupiah. Modal ini untuk membeli truk dan peralatan penyedot tinja.
Tak menyerah, dia pun membeli truk dan peralatan sedot tinja bekas seadanya yang harganya 750 ribu rupiah dari hasil menjual bemo miliknya. Untuk memperlancar usahanya, dia juga menyiapkan telepon untuk menerima order. Total modal yang dia keluarkan pada saat mulai usaha tersebut pas 1 juta Rupiah. Hebatnya, dia memiliki bendera PT, dan tercatat sebagai perusahaan penyedot tinja ke-3 di Surabaya kala itu. Karena modal pas-pasan, pak Wahyu terpaksa menjadi sopir sekaligus tukang sedot tinja, dibantu istrinya yang menerima order di rumahnya sendiri yang sekaligus berfungsi sebagai kantor.
Mungkin karena belum banyak pesaing, usaha sedot tinja Pak Wahyu ini laris manis. Setiap hari rata-rata menerima 20 kali sedotan dengan jumlah tinja yang disedotnya mencapai 40 m3. Makin lama, armadanya makin bertambah, mulai memperkerjakan pegawai dan menambah truk lagi.Tidak hanya melayani rumah tangga saja, tapi juga melayani hotel-hotel berbintang. Saking banyaknya order, tak heran, orang surabaya memanggilnya sebagai “Raja Tinja”.
Hebatnya, Pak Wahyu “Raja Tinja” ini sukses juga mendirikan hotel dari hasil usaha sedot tinjanya. Hotelnya diberi nama Hotel Satelit – Sari Tinja Elit. Hotelnya pun sukses tidak pernah sepi. Wow… luar biasa.
Dengan melihat kebutuhan di sekitar lingkungan, Anda pun bisa mengisi peluang yang mungkin masih terbuka lebar. Anda pun bisa seperti Pak Wahyu.
Lakukan apa yang Anda sukai
Bisnis tidak terjadi begitu saja. Anda yang membuatnya. Apakah Anda berencana membuat bisnis dengan pertumbuhan bernilai jutaan rupiah, atau membuat perusahaan multinasional? Keberhasilan Anda bergantung pada apa yang Anda bawa ke dalam bisnis. Jika Anda menyukai apa yang Anda lakukan, gairah Anda untuk bisnis akan mendorong Anda untuk terus menambah ilmu, kreatif dan gigih. Di sisi lain, jika Anda melakukannya hanya setengah hati saja, keberhasilan Anda juga akan seperti itu.
Ubah Produk Lama Menjadi Produk Baru
Sesungguhnya konsep baru sedikit dan jauh jaraknya. Sebagian besar produk baru atau ide-ide bisnis baru hanya modifikasi dari yang sudah ada. Anda mungkin tidak memiliki uang, kemampuan manajemen, kontak person atau keinginan untuk meluncurkan produk baru yang besar atau keinginan untuk mengubah lokasi toko Anda menjadi sebuah perusahaan penjualan bernilai jutaan rupiah. Tapi Anda tidak harus memulai sesuatu yang besar untuk memulai usaha atau memperkenalkan produk baru. Anda harus berpikir tentang apa yang ingin dibeli oleh orang dan bagaimana mereka ingin membelinya.
Seorang teman memiliki keterampilan memperbaiki mobil dan layanan tune-up. Apa yang baru dari jasa layanan ini? Teman saya tersebut “menjemput bola” dengan mendatangi pelanggan dengan sebuah mobil van yang dilengkapi dengan peralatan dan suku cadang mobil.
Ada juga kenalan lain membangun bisnis dengan membeli sejumlah besar bahan kimia dan melakukan pengemasan ulang dalam jumlah yang lebih kecil.
Belajar dari Pebisnis Lain
Anda tidak perlu menciptakan produk atau jasa baru yang menarik ketika akan memulai bisnis. Banyak pemilik bisnis yang sukses jadi Jutawan dengan berjualan, bahkan kadang-kadang juga menjual jasa layanan tidak menarik seperti mencuci jendela, perbaikan mobil, pemeliharaan gedung, pembersihan rumah dan pipa. Kuncinya adalah menjual sesuatu kepada pelanggan dimana mereka tidak bisa lakukan, tidak ingin melakukan, tidak memiliki waktu untuk melakukan, atau tidak bisa dilakukan dengan baik di tempat lain.
Mengubah hobi menjadi uang
Apakah Anda seorang jenius yang mampu menciptakan suatu karya sendiri karena hobi? Kalau iya, Anda bisa mengubah hobi tersebut menjadi bisnis. Banyak kisah dari pemilik bisnis yang berhasil menjalankan bisnisnya karena hobi. Bacalah kisah sukses mereka di internet, majalah, TV atau pun media lainnya agar bisa memberikan inspirasi dan referensi buat Anda.
Menjadi Seorang Pengajar
Apakah Anda memiliki bakat mengajar, mampu menjelaskan sesuatu sehingga orang lain dapat paham? Jika ya, inilah kesempatan buat Anda untuk membuka bisnis sektor pendidikan.
Sebagai contoh, jika Anda seorang ahli karate, Anda bisa mengajar di sekolah karate atau membuka sekolah karate sendiri. Jika Anda seorang seniman berbakat, Anda bisa mengajarkan seni di rumah atau di sekolah.
Tips : Buatlah buku panduan, atau sediakan alat/kebutuhan dimana bahan-bahan itu memang diperlukan dalam proses pengajaran tersebut.
Membuat Seminar atau Pelatihan
Jangan membatasi diri Anda, bahwa pelatihan hanya untuk perorangan atau kelompok kecil saja.Anda bisa tawarkan pelatihan atau seminar tersebut ke perusahan-perusahan swasta, BUMN maupun ke pemerintahan. Sebagai contoh, beberapa perusahaan terkadang membutuhkan pelatihan seperti Outbond, atau pelatihan manajemen, pelatihan spiritual seperti ESQ dan lain-lain.
Untuk mencari kesempatan pelatihan, hubungi departemen sumber daya manusia dan minta berbicara dengan penanggung jawab program pelatihan. Perkenalkan diri Anda kepada orang itu dan membuat janji untuk mendiskusikan kebutuhan perusahaan dan kemampuan Anda untuk mengisinya. Jika Anda mendapatkan penugasan, pastikan untuk memiliki handout untuk kelas sehingga mereka tahu bagaimana menghubungi Anda untuk pelatihan yang lebih intensif pada mereka sendiri.
Memproduksi Massal Jasa Anda
Jika Anda seorang pendidik, atau seseorang yang memiliki kemampuan ajar,suka menulis atau seorang yang ahli dalam sesuatu, cobalah untuk meningkatkan penghasilan Anda tanpa menambah pekerjaan. Pertimbangkan untuk mengubah keahlian Anda tersebut ke dalam booklet, buku, program komputer, MP3 dan DVD yang Anda dapat pasarkan dalam jumlah yang banyak.
Anda bisa memanfaatkan komputer untuk menghasilkan barang cetakan dan CD, DVD, dan MP3. Jika Anda tidak bisa melakukannya sendiri, Anda bisa menggunakan tenaga outsource untuk melakukan editing dan proses produksi secara profesional.
