Memulai Bisnis, Perhatikan Aspek-aspek Penting Ini

Aspek penting memulai bisnis

Memulai bisnis bukanlah hal yang mudah, begitu sebagian besar orang bilang. Banyak hal yang mesti dipertimbangkan yang tak jarang membuat orang enggan untuk memulai bisnis. Bayangan kegagalan dalam menjalankan bisnis biasanya menjadi ketakutan utama bagi pelaku bisnis. Kegagalan kerap kali terjadi di awal tahun pertama sehingga diperlukan strategi yang kuat dalam menangani aspek bisnis jangka pendek. Selanjutnya, fokus pada masa depan untuk merencanakan pengembangannya.

Memulai bisnis perlu kesabaran, ketekunan dan waktu yang panjang untuk menggapai kesuksesan. Jika Anda masih takut gagal dalam menjalankan bisnis, Anda harus membuat persiapan bisnis yang matang. Resiko bisnis akan selalu ada, tapi jangan menyerah. Setelah berusaha, serahkan semuanya kepada Allah.

Berikut ini adalah 11 aspek penting sebelum memulai bisnis :

1. Memahami konsep produk atau jasa secara baik

Anda harus memiliki pemahaman yang baik akan konsep produk atau jasa yang akan menjadi bisnis inti. Buatlah produk Anda unik dan inovatif. Hal ini adalah peluang yang baik dari sisi marketing karena meskipun tanpa modal besar, efek “buzz marketing” akan memudahkan pemasaran. Usahakan produk Anda ( jika bentuk kemasan) telah sesuai dengan standar yang berlaku, misalnya terdaftar di BPPOM, MUI dan Depkes. Aman dikonsumsi, dan memenuhi aspek yang baik dalam hal produksi,kemasan dan bahan baku yang digunakan.

2. Membuat visi dan misi bisnis

Visi dan misi sangat penting karena menjadi panduan Anda agar tetap fokus kepada tujuan bisnis dan organisasi yang awal. Seringkali suatu bisnis pada saat mulai berkembang pada tahap berikutnya mengalami kegagalan karena organisasi tersebut tidak memfokuskan diri kepada peningkatan kemajuan bisnis awal tetapi terlalu banyak mencoba mengembangkan bisnis baru.

3. Memiliki sikap mental yang kuat untuk menjadi sukses

Sikap mental merupakan kunci keberhasilan atas usaha anda selain pemahaman bisnis. Dibutuhkan waktu, sikap tidak menyerah, proses belajar secara kontinyu, dan melihat permasalahan secara positif yang tidak membuat anda menjadi patah semangat namun melihat setiap peluang dan belajar atas setiap kegagalan. Anda akan belajar untuk mengembangkan sikap-sikap tersebut untuk menjadi “bisnis entrepreneur” yang sukses.

4. Membuat perencanaan dan strategi bisnis yang efektif untuk menghindari risiko bisnis dan keuangan.

Kegagalan bisnis UKM banyak disebabkan karena tidak efektifnya perencanaan bisnis yang dibuat. Asumsi-asumsi seperti kapasitas produksi, tingkat utilisasi produksi, proyeksi kenaikan harga dan biaya dan aspek lainnya dalam perencanaan bisnis haruslah menggambarkan secara akurat realitas pasar atau praktek yang ada dalam suatu industri. Sistematika perhitungan dan proyeksi pendapatan dan biaya harus dibuat secara tepat sehingga membantu setiap calon pengusaha untuk menghitung secara akurat kebutuhan modal investasi dan modal kerja termasuk struktur biaya untuk persiapan awal, tahap percobaan, produksi secara komersial, inventori, distribusi, pemasaran, administrasi, sumber daya manusia dan juga komponen pendapatan usaha yang terdiri dari pendapatan inti dan tambahan. Pemahaman yang baik atas hal ini juga akan membantu calon entrepreneur untuk dapat mengindentifikasi potensi resiko bisnis, manajemen dan keuangan dan membuat langkah-langkah pengendalian untuk dapat menghindari setiap resiko tersebut.

5. Memiliki pengetahuan dasar manajemen, organisasi dan sistem untuk menghindari risiko manajemen.

Setiap usaha membutuhkan manajemen yang baik untuk memastikan proses pemasaran, produksi, distribusi dan penjualan berlangsung dengan baik. Sistem manajemen yang buruk akan mengakibatkan adanya biaya yang tidak perlu seperti bahan baku yang terbuang, pekerja yang tidak produktif karena pengawasan yang tidak efektif dan deskripsi pekerjaan yang tidak jelas, koordinasi dan komunikasi antar pegawai yang tidak efektif sehingga banyak keputusan yang terlambat, perekrutan pegawai yang tidak efektif sehingga banyak pegawai yang keluar masuk dan membuang banyak waktu dan biaya, pelatihan yang tidak baik sehingga produktivitas pegawai yang rendah dan masih banyak lagi permasalahan organisasi.

6. Optimalisasi sumber daya manusia

Karyawan adalah aset perusahaan yang sangat penting. Merekrut pegawai yang tepat dan berpotensi sangat baik dapat menutup kelemahan manajemen, organisasi dan sistim dalam jangka pendek. Dengan SDM yang tepat maka Anda sudah 50 persen untuk menjadi sukses.



Advertisement

No comments.

Leave a Reply

You might also likeclose